Rabu, 23 November 2011

INDONESIA CINTA SEHAT


Cinta sehat, Perilaku pasti bersih dan
sehat.
Cinta sehat, Lingkungan pasti bersih
dan sehat
Cinta sehat, Manfaatkan fasilitas
kesehatan untuk tetap sehat.
Gerakan Indonesia untuk hidup bersih
dan sehat.
Gerakan Indonesia untuk lingkungan
bersih dan sehat.
Gerakan Indonesia untuk pemerataan
pelayanan kesehatan
Gerakan Indonesia untuk mencapai
Indonesia Sehat

Sehat adalah salah satu hak dasar manusia,juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang bersama faktor pendidikan dan ekonomi menjadi ukuran untuk menentukan Indeks (pengembangan) SDM. Oleh karena itu, tepat sekali pernyataan yang mengemukakan bahwa : ”Sehat memang bukan segalanya, tetapi apabila tidak sehat, maka segalanya tidak ada artinya ”. Di pihak lain, sehat juga perlu diupayakan, dan diperjuangkan. Hal ini karena banyak sekali persyaratan yang harus
dipenuhi untuk mencapai keadaan sehat. Sehat, memang banyak ditentukan oleh perilaku manusia itu sendiri. Namun sehat, juga banyak dipengaruhi oleh masalah kemiskinan, kebodohan, pencemaran lingkungan, dan lain-lain bahkan juga keamanan.
Oleh karena itu, sehat, selain merupakan hak, juga merupakan kewajiban, baik sebagai individu,
masyarakat, termasuk swasta/dunia usaha maupun pemerintah.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya masyarakat. Lebih lanjut pada pasal 11 disebutkan bahwa “Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan setinggi-tingginya.

“Sehat
memang bukan
segalanya,
tetapi
apabila tidak
sehat, maka
segalanya tidak
ada artinya”
Betul tidak?

Sekilas HKN Ke - 47
Untuk tahu dan tahu lebih klik www.promosikesehatan.com

Sabtu, 23 Juli 2011

TIPS MENJAGA KESEHATAN PERSIAPAN RAMADHAN


        Tidak terasa sampai sudah kita pada bulan Sya'ban, sebentar lagi menuju bulan Ramadhan. Menuju bulan Ramadhan yang penuh berkah sehingga dilakukan persiapan-persiapan khusus dalam menghadapinya. Kesehatan prima sangat diperlukan sebagai bekal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan persiapan menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan.
TIPS MENJAGA KESEHATAN PERSIAPAN RAMADHAN
  1. Awali hari sebelum beraktivitas dengan bertawakal pada Allah SWT.
Tawakkal berserah diri kepada Allah SWT dimulai dari awal kegiatan. Hal ini diperlukan dengan mengharapkan keridhaan-Nya dalam bentuk usaha maksimal yang berniatkan ibadah kepada allah SWT.
  1. Positive Thinking.
Berfikirlah positif, karena banyak hal akan terselesaikan dengan baik dengan berfikir positif. Berfikir positif akan menambah energy untuk melakukan banyak hal baik.
  1. Positive Action.
Melanjutkan proses berfikir positif dengan aksi-aksi positif. Aksi positif dilakukan dalam rangka merealisasikan niat. Kesempurnaan niat ada pada amalan.
  1. Pola Hidup Sehat (makan, tidur, olah raga)
Makan dengan teratur pada jam yang sudah ditetapkan. Sehari tiga kali harus dilakukan dan dalam porsi yang sesuai juga.
Tidurlah sehari 6 – 8 jam sehari. Dengan tidur yang cukup akan memberikan waktu untuk tubuh melakukan detoksifikasi alami dan melakukan proses degenerasi sel. Orang yang kurang tidur akan cepat tua, tidak maksimal dalam kesehariannya, dan berwajah kusam.
Olah raga seringkali dilupakan oleh banyak orang. Padahal ini adalah penting untuk menjaga kesehatan. Perlu untuk mengusahakan olahraga minimal dua hari dalam seminggu, masing-masing satu jam. Dengan alokasi waktu seperti demikian insya Allah kesehatan menjadi prima.

           Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh selama berpuasa di bulan Ramadhan mungkin sudah banyak dan sering sekali dipublikasikan dimana-mana, mulai dari fungsi detoksifikasi, pencegahan berbagai penyakit, tubuh yang lebih bugar sampai fungsinya dalam anti-penuaan berkaitan dengan detoksifikasi tubuh tadi.

Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh selama berpuasa di bulan Ramadhan mungkin sudah banyak dan sering sekali dipublikasikan dimana-mana, mulai dari fungsi detoksifikasi, pencegahan berbagai penyakit, tubuh yang lebih bugar sampai fungsinya dalam anti-penuaan berkaitan dengan detoksifikasi tubuh tadi.

Namun agaknya yang banyak kita dapatkan malah sebaliknya, dimana ketika berpuasa tubuh terasa lemas, mudah lelah dan beberapa keluhan kesehatan lainnya hingga kinerja sehari-hari pun terasa menurun di bulan Ramadhan ini.


Bila perasaan ini berlangsung di awal-awal masa puasa, itu karena tubuh masih berada dalam proses adaptasi, namun bila berlangsung terus, hal ini terjadi karena kebanyakan orang sama sekali tidak memperhatikan penjagaan kesehatan mereka sendiri atau sering sekali lupa walaupun sudah sering sekali mendapatkan informasinya, tentang menu yang baik, pengaturan makan yang baik, asupan air, waktu makan dan sebagainya.


Sama seperti penjagaan kesehatan pada umumnya, Anda jelas tak bisa bertindak sembarangan lantas mengharapkan kesehatan tetap berada dalam keadaan prima. Karena itu tak juga salah untuk selalu kembali saling mengingatkan di masa-masa ini agar manfaat puasa dapat dirasakan dengan seharusnya, bukan malah sebaliknya.


Berbuka Dengan Makanan Manis
Mengapa makanan manis sangat dianjurkan untuk berbuka, karena selama kita berpuasa ada perubahan reaksi biokimiawi akibat perubahan waktu makan seperti biasanya.


Di saat organ-organ pencernaan beristirahat selama berpuasa, energi yang dibutuhkan akan diambil dari cadangan karbohidrat dan timbunan lemak dimana karbohidrat yang diserap dalam bentuk glukosa dan lemak dalam bentuk asam lemaknya dibawa ke beberapa organ penting seperti hati, otak dan otot untuk membentuk energi.


Kelebihan konsumsi karbohidrat atau glukosa dari makanan-makanan manis tadi selanjutnya akan disimpan dalam bentuk glikogen dan ini termasuk cadangan energi yang akan digunakan selama organ-organ tadi beristirahat.


Saat kita berpuasa, kebutuhan energi akan diambil dari kedua cadangan tersebut, dimana pasokan glikogen tersebut harus mencukupi sementara dari penggunaan cadangan lemak, tubuh akan mendapatkan manfaat yang baik karena timbunan dan lapisan lemak tubuh sedikit banyak akan mengalami perombakan untuk dikeluarkan sebagai energi dari dalam tubuh.


Karena itu asupan makanan untuk sumber energi ini harus sangat mencukupi di saat kita berpuasa, dan atas dasar itu juga ketika berbuka kita dianjurkan memakan penganan yang manis-manis untuk memenuhi kebutuhan tadi.


Namun harus juga diperhatikan, kelebihan mengkonsumsi glukosa juga tidak menjadi anjuran terutama pada waktu sahur karena hal ini bisa mengecoh hormon insulin bekerja ekstra untuk mengatasi lonjakan kadar gula darah tadi, dan ini akan menguras tenaga kita sehingga mudah kecapekan selama berpuasa.


Banyak ahli kesehatan berpendapat proses kerja tubuh dalam menghasilkan dan menyimpan energi ini bila berjalan rutin dan seimbang akan bermanfaat dalam proses peremajaan sel.


Sayuran
Buah-buahan dan sayuran tetap diperlukan dalam kecukupan kebutuhan vitamin dan mineral di saat berpuasa, diantaranya kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan rasa lelah ketika berpuasa. Zat besi ini banyak didapat dari sayuran hijau, tempe, kacang-kacangan dan beberapa jenis daging.


Vitamin C yang banyak didapat dari berbagai jenis buah-buahan sendiri memiliki peranan yang berhubungan terhadap kebutuhan zat besi ini karena bisa memicu efektifitas penyerapannya pada tubuh.


Kebutuhan Protein
Asupan karbohidrat terutama sewaktu sahur memang dianjurkan secukupnya saja, karena karbohidrat akan dirubah di dalam tubuh menjadi gula darah yang bila berlebihan malah bisa memicu kelelahan, sementara kebutuhannya juga penting dalam memasok energi selama seharian berpuasa.


Atas kebutuhan ini, pola yang dianjurkan sewaktu kita makan sahur adalah asupan karbohidrat cukup namun diimbangi dengan protein tinggi, yang bisa didapat dari makanan-makanan lauk seperti daging, ikan, telur, udang, hati, tahu dan tempe serta susu.


Keseimbangan ini dibutuhkan karena pemecahan protein, yang juga berfungsi sebagai sumber energi, berjalan lebih lamban daripada karbohidrat. Dengan mengatur pola cukup karbohidrat dan tinggi protein ini terutama di waktu sahur, tubuh akan bertahan lebih segar selama berpuasa.


Kebutuhan Air
Anjuran minum air putih minimal 8 gelas sehari tetap harus dipenuhi selama berpuasa untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan lebih besar. Hanya pengaturannya saja yang sedikit disesuaikan, dan jangan pula memaksakan minum air pada waktu sahur sampai kekenyangan karena ini bisa mengganggu kebutuhan zat gizi lainnya.


Pasokan air minum ini juga berguna untuk menggantikan energi yang digunakan dalam aktifitas sehari-hari, dan ini konsep yang banyak dipergunakan para ahli dalam penentuan berapa gelas yang dibutuhkan dalam sehari, dimana untuk kegiatan rutin harian, setiap orang rata-rata mengeluarkan 2000-2500 kalori.


Setiap 1 kalori energi memerlukan penggantian dari asupan air sebanyak 1ml, sehingga dalam 1 hari tubuh membutuhkan air sebanyak 8-10 gelas untuk tetap segar. Pada waktu berpuasa, kebutuhan ini bisa dicukupi secara bertahap dari berbuka hingga waktu sahur.


Selain kebutuhan terhadap berbagai macam zat gizi tersebut, pola makan yang ketika berpuasa menjadi berubah juga sangat perlu diperhatikan.


Seperti kata beberapa ahli dimana sahur biasanya diharapkan bisa menyumbang 1/3 kebutuhan energi dalam sehari, dan sisa 2/3 nya dari waktu berbuka dan makan malam, kira-kira seperti itulah kita harus menjaga menu dan asupan zat gizi selama berpuasa agar tubuh tetap berada dalam kondisi sehat dan merasakan manfaatnya. Selamat menunaikan ibadah puasa.

Minggu, 26 Juni 2011

AYO Tingkatkan IMD....

INISIASI Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu).
Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.
Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. “Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global. Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkualitas,“ ujar Ibu Negara pada suatu kesempatan.
Tahap-tahap dalam Inisiasi Menyusu Dini
  1. Dalam proses melahirkan, ibu disarankan untuk mengurangi/tidak menggunakan obat kimiawi. Jika ibu menggunakan obat kimiawi terlalu banyak, dikhawatirkan akan terbawa ASI ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam proses inisiasi menyusu dini.
  2. Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses melahirkan, akan melakukan kegiatan penanganan kelahiran seperti biasanya. Begitu pula jika ibu harus menjalani operasi caesar.
  3. Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit putih). Vernix (kulit putih) menyamankan kulit bayi.
  4. Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika perlu, bayi dan ibu diselimuti.
  5. Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya.
  6. Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi.
  7. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.
  8. Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata.
  9. Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, dan selain itu dapat memudahkan ibu untuk beristirahat dan menyusui.
Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu
  1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia (kedinginan).
  2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi.
  3. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.
  4. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan.
  5. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.
  6. Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.
  7. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.
  8. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnyaoksitosin yang penting karena:
  • Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.
  • Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia.
  • Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.

Inisiasi Menyusu Dini Pada Partus Spontan

  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.(ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan obat kimiawi
  3. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  4. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  6. Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  7. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, ( Kausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  8. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU kulit melekat pada kulit 30 MENIT atau 1 JAM lagi.
  9. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vit K.
  10. RAWAT GABUNG BAYI: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  11. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Inisiasi Menyusu Dini Pada Operasi Caesar

  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar operasi atau dikamar pemulihan.( ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk DINILAI, dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa menghilangkan vernix ; kecuali tangannya. Dibersihkan mulut dan hidung bayi, talipusat diikat.
  3. Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke ibu. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu.
  4. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti. Bayi diberi topi.
  5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  6. Biarkan KULIT Bayi bersentuhan dengan kulit ibu PALING TIDAK selama SATU JAM, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, Klaus and Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  7. Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dg MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan WAKTU melekat padadada ibu, 30 menit atau 1 jam lagi.
  8. Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya.
  9. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusulkan untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih.
  10. RAWAT GABUNG: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Gemelli

  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.( ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  4. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  5. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada ayah. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan metoda kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
  6. Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  7. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi, bayi kedua DITENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu. Letakkan kembali bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya, Ibu dan kedua bayinya diselimuti. Bayi – bayi dapat diberi topi.
  8. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, ( Klausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  9. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU 30 MENIT atau 1 JAM lagi kulit melekat pada kulit
  10. RAWAT GABUNG BAYI :Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Sabtu, 25 Juni 2011

Awas Diare mengancam....mari kita kenali apa Diare itu dan Pertolongannya...

Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Namun dengan tatalaksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian dpt ditekan seminimal mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain baru yaitu Vibrio Cholera 0139 yang kemudian digantikan Vibrio cholera strain El Tor di tahun 1993 dan kemudian menghilang dalam tahun 1995-1996, kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemukan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare berdarah dan HUS ( Haemolytic Uremia Syndrome ). KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika selatan dan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua strain diatas belum pernah terdeksi.

Defenisi
Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari.

Faktor yang mempengaruhi diare :
Lingkungan Gizi Kependudukan
Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :

1. Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)
2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia
3. Kurang gizi
4. Alergi terhadap susu
5. Immuno defesiensi

Cara penularan :
Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.

Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lendir
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :
Tatalaksana penderita diare di rumah
Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga (kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit)
Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah diare.
Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
2. muntah terus menerus
3. rasa haus yang nyata
4. tidak dapat minum atau makan
5. demam tinggi
6. ada darah dalam tinja

Kriteria KLB/Diare :
Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). - Peningkatan kejadian/kematian kasus diare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasa terjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). - CFR karena diare dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priode sebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

1. Masa pra KLB
Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah dengan melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itu melakukakukan langkah-langkh lainnya :
1. Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga dan logistik.
2. Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3. Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4. Memperbaiki kerja laboratorium
5. Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

Tim Gerak Cepat (TGC) :
Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan dan penanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas atau data penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

Pengamatan :
Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.
Pengambilan usap dubur terhadap orang yang dicurigai terutama anggota keluarga
Pengambilan contoh air sumur, sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.
Pelacakan kasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya
Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di lapangan.
Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga
Membuat laporan tentang kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap

2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.
Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa dsb.
Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).
Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb.

Senin, 18 April 2011

SOSIALISASI PROGAM JAMKESMAS, JAMKESDA DAN JAMPERSAL TAHUN 2011

Untuk menjamin terpenuhinya hak hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk penduduk miskin  dan tidak mampu, pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi - tingginya.
Penduduk Kecamatan Sendang tersebut yang masuk wilayah Puskesmas Sendang berjumlah 27.230 jiwa terdiri dari laki-laki 13.558 jiwa dan perempuan 13.672 jiwa. penduduk miskin sebanyak 2.534 KK atau 8.136 sudah tercatat sebagai peserta Jamkesmas. Adapun rincian peserta Jamkesmas per desa di wilayah Puskesmas Sendang Tahun 2011 sebagai berikut :
Rincian Peserta Jamkesmas Puskesmas Sendang Tahun 2011
Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di indonesia masih cukup tinggi di bandingkan dengan negara lain.
                Kematian ibu dapat diakibatkan beberapa faktor resiko keterlambatan (Tiga Terlambat), diantaranya terlambat dalam periksa kehamilan, terlambat dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan dan terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat dalam keadaan emergensi. Salah  satu upaya pencegahanya adalah melakukan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan
Salah satu kendala penting untuk mengakses persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan adalah keterbatasan dan ketidak-adaan biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong  tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan melalui kebijakan yang disebut Jaminan Persalinan.      
                Jaminan Persalinan dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan, yang didalamnya termasuk pemeriksaan  kehamilan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir.
Tujuan
a. Tujuan Umum
   Meningkatkan akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan kesehatan
b. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan,            
    pertolongan persalinan, dan pelayanan nifas ibu              
    oleh tenaga kesehatan
2. Meningkatkan cakupan pelayanan Bayi Baru                                           
    Lahir oleh tenaga kesehatan.
3. Meningkatkan cakupan pelayanan KB pasca 
    persalinan oleh tenaga kesehatan.
4. Meningkatnya cakupan penanganan komplikasi ibu       
    hamil,bersalin, nifas dan bayi baru lahir oleh tenaga 
    kesehatan.
5. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang 
    efisien, efektif, transparan dan akuntabel.
SASARAN
Sasaran yang dijamin oleh Jaminan Persalinan adalah :
  1. Ibu hamil
  2. Ibu bersalin
  3. Ibu nifas ( sampai 42 hari dampai pasca melahirkan)
  4. Bayi baru lahir (sampai dengan usia 28 hari)
Pengertian
  1. Kepesertaan jaminan persalinan perluasan kepesertaan dari jamkesmas, yang terintegrasi dan dikelola mengikuti tata keloladan manajemen jamkesmas.
  2. Peserta progam Jaminan Persalinan adalah seluruh sasaran yang belum memiliki jaminan persalinan.
  3. Peserta Jaminan Persalinan dapat memanfaatkan pelayanan di seluruh jaringan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan (Rumah Sakit ) di kelas III yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Jamkesmas dan BOK Kabupaten/ Kota.
  4. Pelaksanaan pelayanan Jaminan Persalinan mengacu pada standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
  5. Fasilitas kesehatan seperti Bidan Praktik, Klinik Bersalin, Dokter Praktik yang berkeinginan ikut serta dalam progam ini melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola setempat, dimana yang bersangkutan dikeluarkan ijin praktiknya.
  6. 6. Pelayanan Jaminan Persalinan diselenggarakan dengan prinsip Portabilitas, Pelayanan terstruktur berjenjang berdasarkan rujukan dengan demikian jaminan persalinan tidak mengenal batas wilayah.
Syarat layanan
JAMKESMAS / JAMKESDA  :
           - Foto copy KTP dan Kartu Keluarga
           - Foto copy kartu Jaminan JAMKESMAS/DA
JAMPERSAL        
          - Foto copy Kartu Identitas (KTP)


Masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Informasi PKM Sendang (0355) 431027

Selasa, 08 Maret 2011

Tips Menjaga Kesehatan (Hati-Hati, Musim Penyakit) yang mungkin bisa bermanfaat untuk anda

Saat ini sudah memasuki akhir bulan April. Inilah saatnya pergantian musim dari musim dingin ke musim panas di Indonesia. Entah ada hubungannya atau tidak, pengalaman mengatakan bahwa pergantian musim itu selalu diikuti dengan wabah penyakit tertentu.


Nah ini sedikit tips - berdasarkan pengalaman dan dari beberapa sumber - untuk menjaga kesehatan tetap prima secara komprehensif dan terbebas dari penyakit, moga bermanfaat, khususnya untuk saya pribadi:
ASPEK JASAD/FISIK
  1. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan sesudah buang air besar maupun kecil. Perhatikan kuku-kuku, debu yang menempel, kotoran di jari, dsb. Cuci tangan pakai sabun cuci tangan dan air yang bersih, gosok-gosok, basuh dengan air yang bersih dan mengalir. Lap dengan lap yang bersih, atau diangin-anginkan jika tidak ada lap. Yang sering menggunakan keyboard komputer nih harus semakin banyak cuci tangan juga.
  2. Sering-sering minum air putih, khususnya untuk pekerja kantoran yang banyak duduk di kursi dan bekerja di depan komputer. Tips teman saya yang mungkin patut dicoba adalah, rajin-rajin minum air putih sebelum dan sesudah sholat fardhu, kalau bisa juga sebelum dan sesudah sholat sunnah (misalnya shalat dhuha, dan qiyamullail). Yang pasti, ketika makan juga diiringi dengan minum air putih.
  3. Selalu cuci sayuran dan bahan masakan lainnya (yang musti dicuci) sebelum di masak dengan air bersih yang mengalir.
  4. Ini pengalaman pribadi, kalau bisa jangan gunakan air PAM untuk minuman (walaupun sudah dimasak). Lebih baik gunakan "air galon" yang original (bukan yang isi ulang) untuk minuman.
  5. Perhatikan kebersihan piring dan gelas sebelum digunakan.
  6. Sering-sering dalam kondisi berwudhu, dijamin senantiasa segar lahir batin, insya Allah.
  7. Jaga disiplin waktu untuk bekerja dan istirahat. Jangan sering-sering begadang, bekerja jangan terlalu berlebihan, sesuai proporsinya saja. Istirahat juga jangan kebanyakan tidur, secukupnya. Semua ada proporsinya.
  8. Makan makanan yang bergizi seimbang dengan teratur.
  9. Secara berkala potong kuku, cukur bulu kemaluan, cabut bulu ketiak, pendekkan kumis, rapikan jenggot, rapikan/sisir dan bersihkan rambut, dan jangan cabut uban.
  10. Sediakan selalu kotak obat / P3K. Kalau bisa pisahkan antara obat luar dan obat dalam. Jauhkan kotak dari jangkauan anak-anak.
  11. Jangan merokok dan dekat-dekat dengan perokok. Tegur orang disamping atau yang seruangan dengan Anda jika mereka merokok.
  12. Hindari udara berdebu, berpotensi penuh bakteri. Gunakan masker anti debu jika mengendarai motor. Ketika hujan ringan (gerimis) upayakan jangan mencoba melewatinya jika tidak terpaksa, karena ketika gerimis debu juga berterbangan.
  13. Jika memungkinkan, lakukan General Check-Up ke dokter secara berkala.
  14. Bersih-bersih (wudhu/mandi) sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami-istri, bagi yang sudah menikah.
ASPEK LINGKUNGAN
  1. Secara berkala bersihkan ruang/kamar pribadi. Sapu, dipel, ganti seprei kasur, bersihkan gorden, secara berkala. Saat bersih-bersih, hati-hati debu. Kalau perlu gunakan masker anti debu dan sarung tangan.
  2. Jaga kebersihan sekitar rumah / tempat tinggal, keberadaan pohon/tanaman yang menyejukkan juga diperlukan. Buang sampah pada tempatnya, jangan sampai ada genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
ASPEK SPIRITUAL, AKAL, DAN SOSIAL

  1. Jangan terlalu tenggelam dengan permasalahan hidup, serahkan semuanya pada Allah. Hidup ini memang ujian. Untuk mengimbanginya adalah rajin-rajin bersyukur jika dapat nikmat dan bersabar jika dapat masalah.
  2. Wujud bersyukur paling sederhana adalah ucapan hamdalah, selebihnya bisa macam-macam, misalnya tilawah, shalat, zakat, infaq, sadaqah, kerja dengan baik, membantu teman, dll.
  3. Jaga hubungan silaturahim dengan baik, mulai dari yang terdekat sampai yang jauh (suami/istri, orang tua, saudara kandung, tetangga, teman kerja/kuliah, saudara jauh, dll).
  4. Jika ada kolega yang sakit, upayakan untuk menjenguknya. Memberinya motivasi dan mengingatkan kita akan nikmat sehat.

Rabu, 26 Januari 2011

Gizi Untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Beberapa point penting dan tips untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Dengan semakin banyaknya kegiatan anak, maka semakin beragam pula ancaman penyakit yang mungkin menerpa.
Boleh jadi udara di luar akan membuatnya lebih mudah terserang pilek / influenza; atau debu membuatnya bersin. Namun, Ibu tak perlu terlalu cemas selama kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik. Apa saja yang diperlukan untuk mendukung daya tahan mereka?
Foto Anak Sehat
Anak Sehat

Lemak
Diperlukan sebagai penyimpanan terbesar sumber energi tubuh. Otak yang sedang tumbuh juga memerlukan lemak yang tepat dan benar. Otak menggunakan 60% dari total energi yang dikonsumsi bayi, dan 60% dari otak adalah lemak. Lemak terbaik diperoleh dari ASI.
Karbohidrat
Sangat dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi. Ibu harus memilih karbohidrat yang berasal dari zat tepung (gula) yang ‘baik’. Sumber gula yang ‘baik’ adalah ASI, apel, buncis dan kacang polong, produk olahan berbahan susu, buah segar, pasta, kentang, kacang kedelai, sayuran, dan biji-bijian.
Foto Sayuran Sehat
Sayuran Sehat
Protein
Protein adalah makanan untuk tumbuh, bertanggung jawab pada pertumbuhan serta memperbaiki dan mengganti jaringan.
Selama tahun pertama, kebutuhan protein bayi dapat dipenuhi oleh ASI
Sumber-sumber protein lainnya yang dapat diperoleh anak adalah melalui makanan laut, sperti ikan salmon, dan produk olahan berbahan susu yaitu keju dan yoghurt, polong-polongan seperti kacang kedelai, tahu dan buncis, daging sapi dan unggas, telur, mentega kacang, dan padi-padian.
Serat
Merupakan bagian yang tidak dapat dicerna dalam tepung dan buah-buahan, adalah pencahar alami yang membantu pembuangan produk sisa makanan dari usus.
Makanan garing dan kenyal seperti padi-padian dan polong-polongan adalah contoh serat yang baik, dan lainnya seperti buah-buahan dan sayuran.
Vitamin dan Mineral
Kedua zat gizi diperlukan tubuh anak, walaupun tidak dalam jumlah besar, karena membantu makanan yang dikonsumsi bekerja dengan lebih baik dan semua system tubuh berfungsi dengan baik.
13 Vitamin yang dibutuhkan yaitu A,C,D,E,K dan 8 jenis kalsium, fosfor, dan magnesium (untuk pembentukan tulang), zat besi dan tembaga (membangun darah), seng (mendorong kekebalan tubuh), sodium dan potasium (mengatur keseimbangan air dalam tubuh), serta beberapa minteral lain, yaitu yodium dan mangan.

Rabu, 05 Januari 2011

Mengenal Tanda - Tanda Sakit Jiwa

Tidak ada satu manusia pun di bumi ini yang terbebas sama sekali dari kemungkinan untuk menjadi penderita gangguan kejiwaan. Dalam pemakaian "defense mechanism" misalnya, barangkali dapat dikatakan bahwa perbedaan normal dan abnormal hanya terletak pada frekuensi dan intensitas dari penggunaan defense itu. Begitu juga dengan gejala dan tanda-tanda yang abnormal pada umumnya. Hampir setiap orang yang tergolong normal pada saat-saat tertentu dan dalam kondisi hidup yang tertentu pernah menunjukkan gejala abnormal dalam sikap, cara berpikir, dan tingkah laku mereka.
Oleh karena itu, hamba-hamba Tuhan sebagai konselor harus berhati- hati dalam mengenali dan mengklasifikasikan klien dalam kelompok orang-orang yang disebut penderita gangguan kejiwaan.
Hal ini disebabkan oleh karena:
-- Tanda-tanda dan gejala-gejala abnormal yang klien tunjukkan belum tentu gejala penyakit jiwa yang sesungguhnya sehingga
-- Kita menyadari keterbatasan dan kelemahan manusiawi dokter- dokter jiwa dan petugas rumah sakit jiwa yang sering kali salah men-diagnosa klien/pasien.
D.N. Rosenhan telah membuktikan hal ini dengan eksperimen- eksperimennya, yang seharusnya membuat setiap hamba Tuhan lebih waspada dan berhati-hati dalam mengirimkan pasien ke rumah sakit jiwa. ==contoh dipotong==
Ini tidak berarti bahwa hamba Tuhan tidak perlu bekerja sama dengan psikiater dan rumah sakit jiwa, karena hal tersebut di atas menunjukkan kepada kelemahan manusiawi si dokter dan pihak rumah sakit jiwa dan bukan menunjukkan pada "ketidakbenaran" ilmu psikatri dan psikologi itu sendiri. Kelemahan-kelemahan manusiawi dari profesional-profesional lain justru menyadarkan hamba-hamba Tuhan betapa besar tanggung jawab mereka dalam pelayanan konseling. Untuk itu ia harus mempunyai pengenalan umum tentang gejala-gejala dan tanda-tanda utama dari penyakit jiwa.
a. Beberapa gejala yang muncul secara bersamaan.
Bagi orang yang tergolong normal, gejala abnormal biasanya muncul sebagai satu-satunya gejala, sedangkan aspek-aspek hidup lainnya tidak menunjukkan gejala abnormal.
Misalnya:
Oleh karena tekanan kehidupan, seorang dapat menangis meraung- raung; tetapi begitu muncul orang lain ia sadar dan tahu mengontrol ataupun mengarahkan tangisan itu pada tujuan yang rasional dan dapat diterima oleh lingkungan itu pada umumnya.
Tapi lain halnya dengan penderita penyakit. Beberapa gejala abnormal muncul dan nampak secara bersamaan; ia menangis meraung- raung, tidak menyadari bagaimana pikiran orang lain terhadap tingkah lakunya dan ia mengarahkan tangisan itu pada sesuatu yang kacau dan irrasional.
b. Gejala-gejala itu membuat dirinya lain daripada sebelumnya.
Munculnya gejala itu membuat orang yang bersangkutan lain daripada sebelumnya. Orang-orang lain mengenali bahwa ia sesungguhnya tidak seperti itu, dan seharusnya tidak melakukan tingkah laku yang semacam itu.
Misalnya:
-- Bermain-main dengan kotorannya sendiri, bahkan kadang-kadang dimakannya.
c. Gejala-gejala itu bertahan sampai jangka waktu yang cukup lama dan muncul terus-menerus.
Orang yang normal dapat bertingkah laku abnormal, tetapi akan segera menyadari dirinya dan cenderung untuk segera menyesuaikan diri dengan apa yang diinginkan lingkungannya. Tetapi lain halnya dengan penderita penyakit jiwa.
Di samping itu penyakit jiwa juga dapat dikenali melalui gejala- gejala:
1. Physical (fisik/badani)
Banyak sekali gejala kejiwaan (seperti misalnya, perasaan tidak aman, sedih, marah, cemas, dsb.) yang langsung dapat mempengaruhi kondisi tubuh orang yang bersangkutan. Jikalau orang tersebut kemudian menderita sakit, maka jelas penyakit itu pertama-tama disebabkan oleh keadaan kejiwaannya. Ini yang seringkali disebut sebagai 'psychosomatic' atau 'psychophysiological reaction', yaitu gangguan kejiwaan yang menggejala secara badani sebagai gangguan tubuh. Penyakit-penyakit yang biasanya (tidak selalu) tergolong 'psychosomatic reaction' antara lain: asma, sakit kepala, insomnia, radang usus besar, diarrhea, beberapa penyakit kulit seperti: eksem, gatal-gatal, borok yang tidak sembuh-sembuh, dsb.
Tentu saja orang-orang dengan gejala psyhosomatis tidak begitu saja dapat digolongkan sebagai penderita sakit jiwa, meskipun gejala- gejala itu timbul oleh karena gangguan-gangguan kejiwaan. Sebagian besar dari gejala-gejala ini ada pada orang-orang yang normal, oleh karena itu meskipun memerlukan pengobatan dari dokter, mereka tidak boleh sama sekali diperlakukan sebagai pasien-pasien penyakit jiwa.
2. Psychological (jiwani)
Penyakit dan gangguan kejiwaan biasanya juga diekspresikan secara jiwani misalnya:
i. Faulty Perception (persepsi yang kacau) Manusia diperlengkapi dengan bermacam-macam indera. Jikalau rangsangan tiba, maka rangsangan itu akan diteruskan melalui sistem persyaratan ke otak. Dengan inilah orang dapat melihat, mengenali, mendengar suara, merasa panas dingin, sakit, mencium bau, dsb. Tetapi, ada kasus-kasus kejiwaan yang kadang-kadang dapat menyebabkan terganggunya proses persepsi ini sehingga orang tersebut dengan mata, hidung, telinga, lidah dan kulit yang normal ternyata mempunyai persepsi yang berbeda bahkan kacau balau. Ia bisa seolah-olah buta (psychological blindness), tidak dapat mendengar apa-apa, atau selalu mendengar suara yang orang lain tidak dengar, dan melihat penglihatan yang orang lain tidak lihat. Gangguan kejiwaan dapat menyebabkan orang merasa lampu 20 watt dalam kamar itu terlalu terang, atau suara titik air yang jatuh satu per satu dari kran sebagai suara pukulan palu di kepalanya, dsb.
Dari sini kita mengenal istilah-istilah seperti:
-- Ilusi, yaitu penyalahtafsiran stimulan pada indera penglihatan. Misalnya: Melihat pohon sebagai orang.
-- Halusinasi, yaitu persepsi yang terjadi meskipun tidak ada stimulan yang sesungguhnya. Misalnya:
  • Melihat suami yang sudah meninggal, bahkan dapat berkata-kata kepadanya.
  • Mendengar suara-suara aneh, dsb.
ii. Distorted thinking (pemikiran yang menyimpang dan kacau)
Gangguan kejiwaan sering kali juga diekspresikan dalam bentuk pemikiran yang kacau dan tidak masuk akal.
Misalnya:
-- Si Amir yang yakin bahwa ia lahir 2000 tahun yang lalu.
-- Si Ahmad yang begitu yakin bahwa di bawah tempat tidurnya
ada bom waktu yang dipasang oleh anak buah Khomeini.
Inilah yang disebut 'distorted thinking', yang menjadi salah satu tanda dari gangguan kejiwaan.
Melihat isinya, 'distorted thinking' dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu:
-- Obession (obsesi): yaitu pemikiran yang irasional yang timbul karena dorongan dan kenangan yang tidak menyenangkan, sehingga seolah-olah ada sesuatu yang membuat dia terus-menerus berpikir, "...saya harus..." atau "pasti akan...", dsb. Misalnya: Pengalaman melihat orang yang dianiaya dalam peperangan, menyebabkan ia berpikir "pasti suatu hari saya akan mengalami hal yang serupa". Ia begitu yakin di luar rumah sudah menanti orang-orang yang akan menganiaya dia, sehingga ia terdorong untuk terus-menerus melakukan hal-hal yang irasional, seperti bersembunyi di bawah kolong, mengintip melalui lubang pintu, dsb.
Pengalaman dengan orangtua yang perfectionist, membuat ia selalu merasa ada dorongan "saya harus membereskan ini", "saya harus menyelesaikan itu"; dan ini sering kali tidak masuk akal, misalnya, bangun tengah malam hanya untuk membersihkan mobil, dsb.
-- Phobia: yaitu rasa takut yang irasional. Dan ini bisa berbentuk rasa takut berada dalam ruangan gelap, rasa takut pada darah, air, ular, angin, di tengah banyak orang, berada di tempat tinggi, lewat jembatan, dsb.
-- Delusion (delusi): yaitu pemikiran yang irasional yang menggejala dalam bentuk munculnya keyakinan (palsu) bahwa hal itu benar-benar ia alami, atau ia dengar, atau ia lihat, dsb. Misalnya: Yakin betul bahwa ia bertemu dengan Tuhan Yesus, bahkan yakin betul bahwa ia sendiri telah diangkat menjadi rasul dan menuntut orang-orang lain mengikut dan menyembah dia.
iii. Faulty Emotional Expression (Ekpresi dari emosi yang keliru)
Setiap orang sudah belajar sejak kecil bagaimana mengekspresikan perasaan senang, susah, sakit, bahagia, kasih, benci, dsb. Dan umumnya orang yang normal mempunyai pengekspresian yang mirip dengan orang-orang lain. Misalnya, tertawa sebagai ekspresi dari rasa sedih. Tetapi tidak demikian halnya dengan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan, mereka seringkali melakukan pengekspresian emosi secara keliru, dan tentunya berbeda daripada orang-orang pada umumnya.
Pengekspresian emosi yang keliru ini dapat berbentuk:
a. Tanpa ekspresi Penderita sakit jiwa seringkali hidup dalam dunianya sendiri, sehingga emosinya tidak tergerak oleh keadaan dan situasi di sekelilingnya. Mereka tidak tertawa atas hal-hal yang lucu dan menyenangkan, juga tidak sedih atas hal-hal yang menyedihkan.
b. Elation atau Euphoria (ekspresi/gembira yang berlebih-lebihan) Penderita sakit jiwa juga sering kali mengekspresikan emosi secara berlebih-lebihan. Untuk hal yang kecil dia bisa tertawa sampai menangis.
c. Depresi Pada saat-saat tertentu setiap orang bisa mengalami/merasa tidak bergairah, kecil hati dan susah, tetapi hanya untuk sementara saja. Tetapi tidak demikian halnya dengan penderita sakit jiwa. Ada kasus-kasus di mana tanpa alasan yang jelas perasaan sedih itu timbul tenggelam dan bahkan bertahan lama. Mereka memang dapat mengatakan bahwa mereka kuatir terhadap sesuatu (entah pekerjaan, keluarga, kesehatan, masa depan, dll.) tetapi sebenarnya hal-hal itu bukan penyebab utama dari kekuatiran yang berlebih-lebihan itu. Hal-hal itu hanyalah 'precipitating factor' yang menjadi gangguan kejiwaan oleh karena sudah ada 'predisposing factor' pada mereka itu. Oleh karena itu, hal-hal yang bagi orang lain cuma menimbulkan perasaan sedih yang normal dan untuk sementara, bagi mereka menjadi "depresi" dimana putus asa dan tidak bahagia yang terus-menerus.
Enos D. Martin seorang psikiater menyebutkan tentang tiga jenis depresi dengan contoh-contoh praktis:
-- normal grief reaction (rasa sedih sebagai reaksi yang normal atas suatu 'kehilangan') Seorang pendeta yang mendekati masa pensiun merasa sedih oleh karena munculnya perasaan 'tidak berguna dan tidak dapat dipakai lagi'. Tekanan kesedihan itu telah menimbulkan macam- macam gangguan seperti misalnya kehilangan nafsu makan, tidak bisa tidur, sakit kepala, dsb. Ternyata setelah majelis gereja menyatakan bahwa pensiun baginya cuma berarti bahwa ia tidak perlu lagi mengerjakan tugas-tugas administrasi (yang berarti bahwa ia masih boleh berkotbah, melakukan konseling, dsb.) langsung gejala-gejala kejiwaan itu lenyap.
-- neurotic depression (depresi yang neurotis) Pendeta X mengalami depresi oleh karena sebagai pendeta senior ia merasa tersaing dengan munculnya pendeta muda yang dalam beberapa hal sangat dikagumi oleh jemaat. Ia tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan, dsb. Penghiburan dari banyak orang bahwa ia mempunyai lebih banyak kelebihan ternyata tidak menolong. Dalam kasus ini jelas bahwa kesedihannya bukan sekedar 'normal grief reaction', ia betul-betul menderita depresi dan harus mendapatkan pengobatan dari dokter. Diketemukan oleh dokter jiwa bahwa pendeta ini ternyata mempunyai 'predisposing faktor' untuk depresi, seperti misalnya, kegoncangan emosi cukup hebat pada masa kecil ketika ia sakit dan harus masuk rumah sakit, juga faktor lain bahwa semasa kecilnya ia kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya.
-- endogenous depression (bakat depresi yang diturunkan dari orang-tuanya) Pendeta Y mengalami depresi oleh karena usahanya untuk mendamaikan dua orang tokoh gerejanya tidak berhasil, bahkan berakibat fatal, yaitu kedua-duanya justru menyalahkan dia. Ia sekarang merasa bahwa seluruh kehidupannya termasuk pelayanannya gagal. Ia kemudian menderita insomnia (tidak dapat tidur), kehilangan nafsu seksuil, nafsu makan, tidak ada gairah lagi pada segala hobinya, sering menangis dan menjauhkan diri dari perjumpaan dengan orang lain bahkan berkali-kali mencoba untuk bunuh diri. Diketemukan pada pendeta ini, adanya 'predisposing factor' depresi yang lebih berat dari pendeta X; karena pendeta Y mempunyai bakat-bakat biologis yang diturunkan dari orangtuanya. Ibunya juga seorang penderita depresi berat. ("What is Depression", Leadership, Winter 1982, Vol. III, No. 1, pp. 82-83).
d. Emotional variability (macam-macam pengekspresian emosi)
Setiap orang akan mengalami naik turunnya emosi sebagai reaksi atas pengalaman-pengalaman kehidupan ini. Tetapi bagi penderita penyakit jiwa naik turunnya emosi ini tidak sesuai dengan realita yang ada. Mungkin pengalaman yang menyenangkan ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu dan tiba-tiba ia bisa tersenyum-tersenyum bahkan tertawa-tawa tanpa dapat dikontrol oleh karena ingat akan hal itu. Sering juga diketemukan penderita penyakit jiwa yang menangis tanpa alasan untuk menangis, atau tiba-tiba marah dan menyerang orang lain tanpa sebab, dsb.
e. Inappropriate affect (reaksi emosi yang tidak tepat)
Sedikit berbeda dengan 'emotional variability', di sini orang yang mendapat gangguan kejiwaan biasanya memberikan reaksi emosi yang tidak cocok dengan stimulan yang ada. Misalnya: -- Menangis mendengar cerita yang lucu -- Tertawa geli melihat orang yang sedih menangis ditinggalkan kekasihnya.
iv. Unusual motor activity (activitas motorik yang tidak normal)
Dalam kehidupan ini kita kadang-kadang dapat melakukan aktivitas motorik yang tidak biasa, misalnya: berlari, berkata, berpikir, berbuat lebih cepat atau lebih lambat daripada biasanya. Tetapi untuk itu selalu ada alasan dan tujuan yang jelas dan disadari, dan hanya untuk sementara saja, tetapi lain halnya dengan penderita penyakit jiwa. Sering kali kita bisa mengenali adanya tanda-tanda gangguan kejiwaan melalui aktivitas motorik yang tidak normal, misalnya:
a. Over activity (activitas yang berlebihan)
Sebagai contoh, pasien yang berbicara terus-menerus dengan susunan kalimat yang tidak mengandung pengertian sama sekali (kacau, dan irasional). Ketidakmampuan untuk duduk tenang, terus- menerus gelisah; terkejut bahkan lari ketakutan atas suara tertentu; tangan dan kaki bahkan mata yang bergerak-gerak terus, dsb.
b. Under activity (kurang aktif)
Sebagai kebalikan dari 'over activity', maka gejala penyakit jiwa sering kali ditandai oleh sikap diam, tidak bergerak-gerak, seperti seolah-olah lemah badan, tidak dapat berbicara, dsb.
c. Compulsive activity (aktivitas yang tidak terkendalikan)
Dalam hidup ini sering kali kita merasakan adanya dorongan yang besar untuk melakukan sesuatu, tetapi sering kali oleh karena sebab-sebab tertentu hal itu belum dapat dilaksanakan. Bagi orang yang normal hal ini biasa dan ia bisa menyesuaikan diri dengan mengalihkan perhatian pada aktivitas-aktivitas yang lain. Tetapi pada penderita penyakit jiwa tidak demikian, mungkin apa yang ia ingin lakukan sendiri tidak ia sadari lagi, tetapi ia merasakan adanya dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu aktivitas. Dan ini diekspresikan dengan menggigit-gigit kuku terus-menerus, menggaruk-garuk kaki, mempermainkan alat kelamin, menggigit-gigit bibir, melipat-lipat tangan, menulis-nulis dengan jari, menghisap ujung baju, dsb.
v. Gejala abnormal yang lain
Tanda-tanda lain dari adanya gangguan kejiwaan dalam ketegori ini sering kali dapat diketemukan dalam kehidupan sehari-hari dari orang-orang yang normal. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan tidak menyamaratakan setiap gejala sebagai abnormal atau gejala penyakit jiwa. Misalnya:
  • -- Disorientasi; dimana seorang bisa tidak tahu di mana ia berada, siapa dirinya, hari apa sekarang, dsb.
  • -- Withdrawal; menarik diri dari pertemuan-pertemuan dengan orang-orang lain.
  • -- Kecurigaan yang berlebih-lebihan.
  • -- Kepekaan yang berlebih-lebihan terhadap otoritas.
  • -- Menyembunyikan sesuatu secara tidak normal, misal, uang disimpan di bawah tanah.
  • -- Rangsangan dan kebutuhan seksuil yang tidak normal.
  • -- Kekanak-kanakan, dsb.
3. Sosial
Biasanya yang disebut abnormal oleh karena ia menunjukkan tingkah laku, sikap, cara berpikir, yang tidak cocok dengan standar normal masyarakat atau lingkungan di mana ia hidup. Manusia adalah makhluk sosial, karena itu ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial dan ingin menjadi bagian integral dari lingkungannya. Karena itu normal jika ia selalu cenderung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Meskipun demikian, tidak secara otomatis orang yang "tidak dapat menyesuaikan diri" dapat disebut sebagai orang yang tidak normal atau punya gejala penyakit jiwa, jikalau ia dengan sadar melakukan hal itu. Yang mungkin oleh karena ia memang tidak/belum menjadi bagian integral dari masayarakat itu. Kasus-kasus seperti misionaris konteks sosial, kita baru bisa mengenali adanya gejala abnormal, jikalau orang yang bersangkutan secara tidak sadar bertingkah laku yang tidak sesuai dengan standar normal masyarakat, yang secara integral ia sendiri menjadi bagian di dalamnya.
4. Spiritual (rohani)
Gejala-gejala penyakit jiwa dapat pula mengekspresikan diri secara spiritual, misalnya gagasan perasaan berdosa yang tidak terampunkan, fanatik, keragu-raguan yang terus-menerus, dsb. Frank Minirth mengatakan bahwa gangguan-gangguan kejiwaan bisa menggejala secara rohani:
"A person with an impending psychotic break may display an intense religious preoccupation. Someone having an obsessive compulsive neurosis may struggle with a fear of having committed the unpardonable sin. Or he may fear he hasn't really trusted Christ as Savior. Emotional and physical problems manifest still another spiritual cloaks. Individuals with temporal lobe epilepsy may communicate renewed religious interest and moral piety. Those with a manic-depressive psychosis may talk in a religious jargon. People diagnosed as having schizophrenia, obsessive-compulsive, ego-alien thought, and multiple personalities are sometimes victims of demon-possession." ("Why Christians Crack-Up". Moody Monthly. Feb. 1982. p.13)

Awas Gangguan Jiwa Mengintai Anda!

Penyakit jiwa itu identik dengan gila. Nah ini adalah mindset yang keliru turun menurun di masyarakat. Akibatnya masyarakat acapkali memandang sebelah mata para dokter spesialis jiwa karena menurut mereka kaum dokter ini adalah mereka yang kurang kerjaan karena menangani orang ga waras doank. Yang termasuk penyakit jiwa itu sangat banyak, menurut buku pegangan untuk diagnosa bagi dokter spesialis jiwa Indonesia yaitu Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ), penyakit jiwa dibagi dalam 10 kelompok besar yang masing-masing kelompok terdiri atas begitu banyak jenis gangguan jiwa. Jadi jangan heran jika penyakit seperti berikut termasuk diurusi spesialis jiwa : dementia (pikun patologis),skizofrenia dan variannya (istilah kasarnya = orang gila), depresi, manik, narkoba dan alkoholisme, kecemasan, anorexia nervosa – bulimia, autisme, gangguan kepribadian,penyimpangan seksual dll. Jadi ilmu kejiwaan itu meliputi hal-hal yang umum di masyarakat seperti permasalahan bunuh diri,  hobi melakukan tindak kriminal, masalah stress berat karena ditinggal pacar atau karena kematian orang disayang, permasalahan anak yang hiperaktif dan tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, homoseksual, hobi mengintip pakaian dalam wanita atau menunjukkan aurat di depan umum, kecenderungan wanita yang sering memuntahkan makanan yang dimakannya, cuci otak kaum teroris, kekerasan dalam rumah tangga dan masih banyak lagi. Ilmu kejiwaan mempelajari banyak fenomena sosial dan cara-cara penangannya baik dengan terapi obat-obatan maupun konseling.
Konsep penyebab gangguan jiwa yang popular adalah kombinasi bio-psiko-sosial. Gangguan jiwa disebabkan karena gangguan fungsi komunikasi sel-sel saraf di otak, dapat berupa kekurangan maupun kelebihan neurotransmitter atau substansi tertentu. Pada sebagian kasus gangguan jiwa terdapat kerusakan organik yang nyata padas struktur otak misalnya pada demensia. Jadi tidak benar bila dikatakan semua orang yang menderita gangguan jiwa berarti ada sesuatu yang rusak di otaknya. Pada kebanyakan kasus malah faktor perkembangang psikologis dan social memegang peranan yang lebih krusial. Misalnya mereka yang gemar melakukan tindak criminal dan membunuh ternyata setelah diselidiki disebabkan karena masa perkembangan mereka sejak kecil sudah dihiasi kekerasan dalam rumah tangga yang ditunjukkan oleh bapaknya yang berprofesi dalam militer. Jadi ilmu jiwa justru merupak satu-satunya ilmu yang mengenali penyakit medis secara komplet, yaitu dari segi fisik, pola hidup dan juga riwayat perkembangan psikologis atau kejiawaan seseorang. Oleh karena itu pengobatan ilmu kejiwaan juga bersifat menyeluruh, tidak sekedar obat minum saja, tetapi meliputi terapi psikologis, terapi perilaku dan terapi kognitif/konsep berpikir.
Setiap individu hendaknya mengetahui konsep-konsep tentang gangguan jiwa dan pencegahannya. Mungkin saat ini cukup banyak masyarakat awam yang rajin membaca rubrik kesehatan baik lewat tabloid maupun internet, tapi sayangnya permasalahan gangguan jiwa kurang popular jika dibandingkan masalah osteoporosis, hipertensi, penyakit jantung, stroke, makanan sehat maupun kesehatan kulit. Padahal yang perlu diketahui, gangguan jiwa dapat mengenai siapa saja. Apalagi di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi stressor seperti sekarang ini. Tahukah Anda bahwa profesi yang paling banyak melakukan bunuh diri di USA itu justru dokter spesialis kejiwaan?
Oleh karena itu mempelajari ilmu kejiwaan adalah penting dan lebih penting lagi untuk dapat mempraktekkan kiat-kita untuk mendapatkan jiwa yang sehat. 
Konsep yang perlu Anda pahami adalah ada 3 mekanisme pertahanan utama jiwa kita untuk menolak terjadinya gangguan jiwa di tengah terpaan badai kehidupan sebagaimanapun. Ketiga benteng jiwa yang sehat itu adalah personality yang tangguh, persepsi yang positif (positif thinking) dan kemampuan adaptasi. Kepribadian yang tangguh adalah hasil pembelajaran selama proses perkembangan sejak kecil, dan tentunya hal ini didapatkan dengan banyaknya asupan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga dan disekolah serta didapatkan dari banyaknya pengalaman langsung. Nilai-nilai hanya dapat berfungsi jika diterapkan langsung dalam keadaan nyata yaitu dengan banyak bergaul baik dengan lingkungan benar maupun salah. Apabila kita berani SAY YES di lingkungan yang benar dan SAY NO saat di lingkungan salah, lama kelamaan kepribadian kita akan tangguh. Mengurung anak dengan tujuan menghindarinya dari perkenalan dengan narkoba tidak menjamin bahwa kemudian ia tidak terjebak narkoba, yang benar adalah menanamkan nilai-nilai yang tangguh kepada si anak serta membiarkannya mengenal narkoba. Kepribadiannya yang tangguh itu sendiri yang akan membuatnya berani menolak narkoba seumur hidupnya.
Persepsi juga perlu sebagai benteng kejiwaan. Seseorang yang selalu memandang peristiwa yang menimpanya dengan positif dan memandang hari depannya dengan optimis maka ia memiliki jiwa yang sehat. Persepsi positif diperlukan terutama menghadapi kegagalan-demi kegagalan dalam hidup sehingga tidak membuat diri menjadi frustasi berlebih maupun menyalahi diri sendiri bahkan bunuh diri.
Dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan adaptasi karena segala sesuatu dalam hidup ini potensial untuk berubah. Hari ini bisa hidup mapan, tapi hari esok siapa tahu. Hari ini bisa bertemu kelompok orang yang asyik, hari esok siapa yang dapat menjanjikan. Adaptasi akan membuat jiwa kita meliuk-liuk dalam kehidupan seperti air yang mengalir. Dengan demikian kita dapat selalu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Setiap menghadapi bencana maka kita dapat mengubah pemikiran dari “mengapa semua ini harus kualami” menjadi “ setelah semua ini menimpaku, aku harus melakukan apa?”. Dengan demikian kita akan dapat bangkit dan semakin maju setiap kali terjatuh. Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Artinya, jadilah seseorang yang flexible dengan keadaan yang ada.

Senin, 03 Januari 2011

Tindakan dan Perawatan Untuk Bayi Baru Lahir

Kecukupan Kolostrum

Ibu yang memilih untuk menyusui ASI harus mengetahui bahwa hari-hari pertama, 3-5 hari setelah melahirkan ASI banyak mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi dan sangat diperlukan oleh bayi (kolostrumberwarna agak kekuningan).
Pada orang-orang dahulu kolostrum malah dibuang karena dianggap ASI yang pertama keluar itu adalah ASI yang kotor.
Meski hanya diproduksi dalam jumlah yang amat sedikit, hanya 7,4 sendok teh (36,23 ml) per hari menurut la leche league, tetapi kandungan nutrisi yang ada dalam kolostrum sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pada hari-hari pertama kehidupannya.
Kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari ASI matur. Tetapi kandungan lemak dan laktosanya (gula darah) lebih rendah dari ASI matur. Kolostrum mengandung vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K; dan mineral,terutama zat besi dan kalsium. Komposisi seperti itu sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Sama halnya dengan ASI matur, kolostrum juga mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi oleh tubuh bayi, seperti protease (untuk menguraikan protein), lipase (untuk menguraikan lemak), dan amilase (untuk menguraikan karbohidrat). Ini membuat kolostrum mudah sekali dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang memang belum sempurna. Kolostrum juga mempunyai efek laksatif (obat pencahar) bagi bayi, yang akan membantu pengeluaran "tinja pertama" bayi baru lahir, disebut mekonium, dari dalam ususnya. Selain konsentrasi nutrisi yang tinggi, kolostrum juga ’kaya’ akan antibodi, atau yang dalam istilah medis disebut juga dengan immunoglobulin (Ig).
Antibodi terdapat dalam 5 jenis (disebut juga faktor imun), yaitu IgG,IgA, IgM, IgD dan IgE. ASI juga mengandung kelima faktor imun tersebut, namun kolostrum memiliki konsentrasi faktor imun lebih tinggi daripada ASI.. Selama di dalam rahim ibu, janin memperoleh pasokan antibodi, faktor imun IgG, dari plasenta. Segera setelah lahir, pasokan ini akan terhenti, padahal tubuh bayi belum mampu membuat antibodi sendiri.
Itulah salah satu sebab mengapa bayi yang baru lahir harus sesegera mungkin disusukan kepada iIbunya. Selain untuk merangsang produksi ASI, inisiasi dini ASI (early latch-on) juga untuk memastikan bayi mengkonsumsi kolostrum sesegera mungkin.
Kecukupan ASI
Bayi harus disusui kapan dan di mana saja dia meminta (on demand) sekitar 8-12 kali perhari (atau tiap 2-3 jam).
Merangsang Produksi ASI
Sebaiknya, biarkan bayi menyusu sepuasnya tanpa perlu dijadwal secara ketat. Karena produksi ASI akan seirama dengan kebutuhan bayi. Jika bayi Anda minumnya banyak, otomatis ASI yang keluar juga banyak. Semisal yang diminum 250 ml, hormon prolaktin akan memacu kelenjar susu agar menghasilkan ASI 25 ml. Jika rangsangan bayi minum ASI semakin sering, produksi susu juga meninggi. Sebaliknya, air susu akan berkurang jika rangsangannya jarang.
Frekuensi Buang Air Kecil
Bayi seharusnya buang air kecil 6-8 kali perhari. Frekuensi buang air kecil pada bayi secara tidak langsung dapat juga untuk menilai kecukupan asupan ASI atau susu formula. Bila bayi cukup minum maka akan BAK 3-4 kali sehari atau bahkan sampai 8 kali sehari. Bila bayi kurang minum atau dehidrasi, maka biasanya frekuensi BAK akan berkurang atau jumlah urine sedikit, sehingga warna urin akan terlihat kuning pekat (Dr. Patria Vittarina, SpA dari Divisi Perinatologi RSIA Muhammadiyah).
Ada beberapa kemungkinan penyebab berkurangnya Frekuensi Buang Air Kecil pada Bayi:
  • Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa terjadi karena Ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi.
  • Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi, biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi.
  • Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan karena terjadi infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya musti langsung dibersihkan.  Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perhatikan juga teknik membersihkan organ pembuangan. Jangan memebrsihkan  dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
Penurunan Berat Badan

Banyak bayi kehilangan berat badannya sampai 10% dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Namun setelah berumur sekitar 10 hari, berat badannya mulai meningkat lagi.
Agar berat badannya tidak terus turun, tingkatkan kualitas ASI Ibu dengan makan makanan bergizi.