Senin, 27 Februari 2012

Anda sering Kembung?Sering Flatus? Hati-hati itu gejala sakit maag..


Sakit maag yang banyak ditemukan di masyarakat adalah sakit maag fungsional.
Selain asam lambung yang berlebih lambung juga bisa terganggu akibat naiknya cairan empedu dari usus dua belas jari menuju lambung bahkan dapat naik sampai kerongkongan. Adanya cairan empedu yang naik dapat menyebabkan gangguan pada lambung sampai menyebabkan kerusakan dinding dalam lambung.
Motilitas atau pergerakan lambung juga salah satu factor penyebabkan gangguan sakit maag fungsional. Adanya pengosongan lambung yang lambat berakibat kontak makanan dan cairan lambung lebih lama dari biasanya dan hal ini tentunya akan menyebakan gangguan pada lambung.
Gagguan gerakan motorik system saluran cerna lain yang juga dapat menyebabkan sakit maag fungsional antara lain : penyebaran makanan yang tidak seimbang dalam perut, pengakomodasian dalam perut yang tidak seimbang, antral hypomotility (biasanya yang menyebabkan seseorang muntah-muntah karena gerakan perut yang abnormal), gastric dysrhythmias atau gerakan lambung yang lebih lambat dibandingkan gerakan normal perut (tachygastrias, bradygastrias, dan mixed dysrhythmias), dan perubahan gerakan usus dua belas jari dalam tubuh.
Perubahan fungsional atau gerakan sistem pencernaan dalam tubuh terutama yang terjadi setelah makanan dicerna biasanya akan menyebabkan melambatnya pengosongan ruang perut sehingga ukuran otot perut mengembang lebih dari ukuran normal dan Anda pun akan merasa kembung dan mual.
Menurut laporan, pengosongan ruang lambung terjadi pada 30% pasien maag, dan 70% dari pasien tersebut disebabkan oleh gerakan abnormal dari sistem pencernaan.
Penyebab sakit maag organik

Sebelum menjelaskan tentang penyebab sakit maag yang organik, kelainan yang bisa ditemukan pada saat pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas sehingga sakit maagnya dikelompokkan menjadi sakit maag organik yaitu ditemukannya luka pada kerongkongan, ditemukan tukak pada lambung dan atau usus dua belas jari. Selain itu adanya polip atau tumor ganas pada pemeriksaan endoskopi pasien dengan keluhan sakit maag tersebut juga merupakan sakit maag yang organik. Walaupun secara statistik adanya tumor pada saluran cerna bagian atas ditemukan kurang dari 1 % pada pasien dengan keluhan sakit maag tersebut kita harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kanker lambung pada pasien dengan krluhan sakit maag tersebut.
Riwayat obat-obatan terutama penggunakan obat rematik atau obat-obatan untuk menghilangkan rasa nyeri terutama nyeri sendi juga harus dicurigai sebagai penyebab dari keluhan sakit maag yang timbul. Selain itu sering juga akibat penggunakaan obat sakit kepala yang rutin juga bisa membuat masalah di lambung dan menyebabkan kelainan organik. Obat pengencer darah yang juga sering digunakan oleh pasien dengan penyakit jantung koroner seperti asam asetil salisilat juga bisa menyebabkan masalah pada lambung.
Kuman Helicobacter pylori merupakan kuman yang juga harus dipikirkan sebagai penyebab seseorang mengalami sakit maag tersebut. Kuman Helicobacter pylori ini merupakan satu-satunya kuman yang hidup dilambung dan jika kuman ini hidup didalam lambung kita, keberadaan kuman ini akan membuat masalah. Kelainan yang timbul akibat adanya kuman didalam lambung ini cukup bervariasi dari tanpa keluhan, adanya merah-merah pada dinding dalam lambung, tukak pada lambung dan usus dua belas jari. Bahkan adanya kuman ini dapat menyebabkan tumor pada lambung. Berbeda dengan kuman pecernaan lainnya kuman Helicobater pylori ini bisanya tidak menyebab keluhan dan setelah bertahun-tahun dilambung baru menimbulkan masalah. Oleh karena itu adanya kuman ini harus selalu dipastikan apabila seseorang mengalami masalah dengan sakit maagnya.
Apabila seseorang mengalami sesuatu yang tidak beres pada daerah ulu hatinya maka, yang juga harus dipikirkan adalah apakah ada keluhan lain yang sering kita sebut tanda bahaya (alarm symptom) pada seseorang tersebut. Tanda bahaya yang harus diperhatikan antara lain selain nyeri di ulu hati apakah ada keluhan buang air besar yang hitam, keluhan muntah-muntah apalagi dengan keluhan muntah darah, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, dan adanya lemas disertai pucat. Selain itu jika seseorang merasakan keluhan nyeri ulu hati tersebut pertama kali pada saat sudah berusia lebih dari 45 tahun maka sakit maag yang dialami saat ini harus dipikirkan karena penyebabnya organik.
Selain gangguan pada saluran pencernaan atas keluhan sakit pada daerah ulu hati tersebut dapat disebabkan oleh penyakit lain antara lain adanya kelainan pada kandung empedu baik berupa pasir-pasir, batu atau hanya berupa radang pada kandung empedu juga bisa menimbulkan keluhan didaerah ulu hati. Beberapa kali penulis mendapatkan pasien yang sudah diobati oleh dokter lain sebagai sakit maag biasa ternyata saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi ternyata ditemukan adanya batu pada kandung empedu. Tentunya setelah masalah batu empedunya diobati keluhan sakit maagnya menjadi berkurang. Berbagai penyakit kronis lain seperti Diabetes Mellitus (DM) penyakit gondok berupa kelainan peningkatan hormone gondok bisa menyebabkan gangguan pada maag pasien tersebut. Penyakit pada pencernaan lain seperti gangguan liver adanya gangguan penyerapan pada makanan (malabsorbsi) juga bisa menimbulkan keluhan pada lambungnya.
Makanan dan minuman yang harus dihindari adalah:
a.Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, antara lain sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang mengandung gas (seperti minuman bersoda).
b.Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain : kopi, minuman beralkohol 5-20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu.
c.Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat   menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju.
d.Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang.
e.Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan.
Kegiatan yang meningkatkan gas didalam lambung juga harus dihindarkan antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok.
Gejala – gejala sakit maag
Sakit mag pada umumnya merupakan hal yang banyak dijumpai pada masyarakat dari berbagai usia, profesi, maupun lapisan masyarakat. Sebagian besar masyarakat pernah mendengar dan mengetahui pencetus terjadinya sakit mag seperti terlambat makan, makan tidak teratur, makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung, serta stress.
Meski demikian, mungkin banyak dari kita yang belum sepenuhnya memahami gejala-gejala sakit maag. Rasa Perih pada lambung/pada ulu hati merupakan hal yang sering disebut sebagai sakit mag. Faktanya, gejala sakit mag tersebut tidak harus terasa perih dulu. rasa tidak nyaman pada lambung/ulu hati yang dibarengi dengan mual atau kembung dan sering sendawa atau cepat merasa kenyang juga merupakan gejala sakit mag.
Sakit maag biasa disebut dyspepsia yaitu gejala-gejala kelebihan asam lambung. Saat tingkat asam lambung meningkat, maka lambung akan mengalami gejala Kembung dan sendawa. Gejala yang terjadi karena essensi dari sakit maag ini adalah adanya peningkatan asam lambung yang berlebihan menghasilkan gelembung-gelembung gas di dalam lambung sehingga seseorang merasakan kembung.
Rasa penuh pada perut atau yang biasa disebut sebah atau begah juga merupakan gejala sakit mag yang sering kali tidak disadari. Hal ini bisa dirasakan pada saat sebelum maupun sesudah makan. Penyebabnya juga asam lambung yang berlebihan.
Selain rasa kembung, mual, rasa penuh pada perut atu sebah dan begah, ada juga gejala lain yang sering kali tidak disadari sebagai gejala sakit mag. Gejala tersebut adalah rasa pahit yang dirasakan di mulut. Rasa pahit ini timbul karena asam lambung yang berlebihan mendorong naik ke kerongkongan sehingga kadang kala timbul rasa asam ataupun pahit pada kerongkongan dan mulut.
Dengan demikian, bila anda merasakan gejala-gejala seperti mual, kembung, sebah atau begah, maupun rasa pahit di lidah, walaupun anda tidak merasakan rasa perih pada lambung, bisa jadi anda mengalami gejala sakit mag akibat asam lambung yang berlebih. Oleh karena itu, makan teratur dan menghindari faktor pencetus terjadinya sakit mag merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya sakit mag.
Berikut penjelasan lebih dalam tentang gejala2 tersebut :

Sendawa

Sendawa (burping/belching) adalah keluarnya gas dari saluran cerna (kerongkongan dan lambung) ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang bau.
Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Hal ini merupakan hal yang sangat umum bisa terjadi pada siapa saja, dan merupakan usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap di lambung yang biasanya menimbulkan ketidak nyamanan di saluran cerna.
Penyebab sendawa:
- Makan/minum terlalu cepat
- Menelan udara
- Minum minuman berkarbonasi
- Obat-obatan tertentu seperti metformin
- Orang yang sedang cemas
- Jika disertai gejala-gejala dispepsia merupakan salah satu tanda penyakit maag
Selain karena banyaknya gas yang terperangkap di lambung sendawa juga dapat disebabkan karena kebiasaan semata. Untuk beberapa orang sendawa dianggap sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidaknyamanan di perut walaupun bukan karena peningkatan kadar gas.
Sendawa tidak sesederhana yang dipikirkan, namun berhubungan erat dengan koordinasi beberapa aktivitas. Laring harus selalu tertutup supaya cairan ataupun makanan yang naik dari lambung tidak masuk ke paruparu. Saat menelan laring terangkat secara otomatis dan sejalan dengan itu katup kerongkongan atas terbuka sehingga mempermudah gas keluar dari kerongkongan ke tenggorokan.Katup kerongkongan bawah juga terbuka sehingga gas dapat naik dari lambung ke kerongkongan. Saat itu semua terjadi diafragma turun ketika menarik nafas. Terjadi peningkatan tekanan di rongga perut dan penurunan tekanan di rongga dada yang menyebabkan keluarnya udara dari lambung (di rongga perut) ke kerongkongan (di rongga dada).
Jika rasa tidak nyaman di perut bukan karena peningkatan gas , sendawa tidak menyelesaikan masalah. Jika demikian berarti ada hal lain di perut yang perlu ditatalaksana dan harus dicari penyebabnya. Sendawa merupakan suatu gejala yang bisa disebabkan oleh penyakit di saluran cerna dan kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan di rongga perut.
Kembung
Untuk memahami kembung ada 2 hal yang harus diketahui:
  1. Gejala/bloating: merupakan perasaan (subyektif) perut seperti lebih besar dari normal, jadi merupakan suatu tanda atau gejala ketidaknyamanan, merupakan hal yang lebih ringan dari distention.
  2. Tanda/distention: merupakan hasil pemeriksaan fisik (obyektif) dimana didapatkan bahwa perut lebih besar dari normal, bisa didapatkan dari observasi saat menggunakan baju jadi  kesempitan dan lambung jelas lebih besar dari biasanya
Ada 3 hal yang dapat menyebabkan membesarnya ukuran perut dan harus dibedakan, yaitu air,udara, dan jaringan dalam perut.

Kembung dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
  1. Berkelanjutan, biasanya akibat adanya massa atau pembesaran organ dalam perut seperti tumor, cairan (asites), atau jaringan lemak (kegemukan)
  2. Sementara/hilang timbul , yang berhubungan dengan peningkatan gas atau cairan dalam lambung, usus halus maupun usus besar.
Penyebab kembung:
  1. Produksi gas yang berlebihan
    Produksi gas yang berlebihan biasanya disebabkan oleh bakteri, melalui 3 mekanisme. Pertama, jumlah gas yang dihasilkan oleh setiap individu tidak sama sebab ada bakteri tertentu yang menghasilkan banyak gas sementara yang lainnya tidak. Kedua, makanan yang sulit dicerna dan diabsorbsi di usus halus menyebabkan banyaknya makanan yang sampai di usus besar sehingga makanan yang harus dicerna bakteri akan bertambah dan gas yang dihasilkan bertambah banyak. Contohnya adalah pada kelainan intoleransi laktosa, sumbatan pancreas, dan saluran empedu. Ketiga, karena keadaan tertentu bakteri tumbuh dan berkembang di usus halus dimana biasanya seharusnya di usus besar. Biasanya hal ini berpotensi meningkatkan flatus (buang angin/kentut)
  2. Sumbatan mekanis
    Sumbatan dapat terjadi di sepanjang lambung sampai rectum, jika bersifat sementara dapat menyebabkan kembung yang bersifat sementara. Contohnya adalah adanya parut di katub lambung yang dapat mengganggu aliran dari lambung ke usus.  Sesudah makan makanan bersama udara tertelan, kemudian setelah 1-2 jam lambung mengeluarkan asam dan cairan dan bercampur dengan makanan untuk membantu pencernaan. Jika terdapat sumbatan yang tidak komplit makan makanan dan hasil pencernaan dapat masuk ke usus dan dapat mengatasi kembung. Selain itu kondisi feces yang terlalu keras juga dapat menjadi sumbatan yang dapat memperparah kembung.
  3. Sumbatan fungsional
    Yang dimaksud sumbatan fungsional adalah akibat kelemahan yang tejadi pada  otot lambung dan usus sehingga gerakan dari saluran cerna tidak baik yang menyebabkan pergerakan makanan menjadi lambat sehingga terjadi kembung. Hal ini bisa terjadi pada penyakit gastroparesis, irritable bowel syndrome(IBS) dan Hirschprung's. Selain itu faktor makanan seperti lemak juga akan memperlambat pergerakan makanan, gas, dan cairan ke saluran cerna bawah yang juga berakibat kembung. Serat yang digunakan untuk mengatasi sembelit juga dapat menyebabkan kembung tanpa adanya peningkatan jumlah gas, namun adanya kembung ini disebabkan oleh melambatnya aliran gas ke usus kecil akibat serat.
  4. Hipersensitifitas saluran cerna
    Beberapa orang ada yang memang hipersensitif terhadap kembung , mereka merasakan kembung padahal  jumlah makanan, gas, dan cairan di saluran cerna dalam batas normal, biasanya bila mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.
Flatus/Kentut
Flatus merupakan keluarnya gas dalam saluran cerna melalui anus yang bersumber dari udara yang tertelan atau hasil produksi dari bakteri. Namun terjadinya flatus lebih sering diakibatkan oleh produksi dari bakteri di saluran cerna  atau usus besar berupa hidrogen dan atau methan pada keadaan banyak mengkonsumsi kandungan gula dan polisakarida. Contoh gula adalah seperti laktosa (gula susu) , sorbitol sebagai pemanis rendah kalori, dan fruktosa pemanis yang biasanya digunakan pada permen dan minuman.

Zat tepung  juga sering menjadi sumber gas, kandungan polisakarida dari gandum, kentang, jagung dan beras. Beras menghasilkan gas yang relatif lebih sedikit dibanding yang lainnya. Zat tepung dari padi-padian yang belum diproses menyebabkan lebih banyak gas dibandingkan dengan biji-bijian yang sudah mengalami proses karena kandungan seratnya masih utuh, dimana serat merupakan bahan yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan namun akan dimetabolisme oleh bakteri sehingga menghasilkan gas.

Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan  yang mengandung selulosa tidak menghasilkan banyak gas sebab selulosa  dimetabolisme sedikit oleh bakteri, kecuali jika buah atau sayuran tersebut mengandung lebih banyak gula atau polisakarida dibanding selulosa. Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Diagnosis Sendawa Kembung, dan Flatus
Untuk mengatasi sendawa, kembung dan flatus beberapa hal yang harus diteliti adalah:
  • Riwayat penyakit
    Jika kembung berkesinambungan pembesaran organ dalam abdomen, cairan abdomen, tumor, atau kegemukan mungkin menjadi penyebabnya. Jika kembung terjadi bersamaan dengan meningkatnya flatus hal ini biasanya disebabkan oleh aktifitas bakteri. Riwayat diet seperti susu atau olahan susu, sorbitol, laktosa, kemungkinan tidak tercernanya gula dengan baik dapat juga menyebabkan kembung.
  • Pemeriksaan dengan sinar X
  • Pemeriksaan pengosongan lambung
  • USG, CT scan, dan MRI
  • Test Gangguan penceraan dan gangguan penyerapan
  • Test nafas dengan hidrogen dan methan
 Mengatasi Sendawa Kembung, dan Flatus     
Untuk  mengatasi peningkatan gas dalam saluran cerna tergantung dari penyebabnya. Jika peningkatan gas disebabkan oleh sakit maag maka penyakitnya sendiri harus diatasi dulu. Selain itu pemberian simeticone juga mampu mengatasi gas.
Jika akibat konsumsi gula yang berlebihan seperti laktosa, sorbitol, dan fruktosa dapat diatasi dengan menghindari bahan tersebut dari diet sehari-hari. Jika akibat intoleransi laktosa dapat ditambahkan enzim sehingga laktosa dapat dimetabolisme dengan baik.

Minum yoghurt dengan kandungan laktosa yang sebagian dapat dicerna oleh bakteri juga mengasilkan gas yang lebih sedikit dibanding susu.

Pertumbuhan bakteri yang berlebihan biasanya diterapi dengan pemberian antibiotik. Namun terapi ini kurang efektif dan bersifat sementara, dapat juga dengan pemberian probiotik


sumber Dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM), Dr Helmin Agustina Silalahi

Senin, 30 Januari 2012

Waspadai Cuaca Ekstrim Mengancam Kesehatan Kita

Perubahan cuaca yang ekstrem berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Pada saat musim penghujan, selain  meningkatnya perkembangan bakteri, virus dan jamur, juga perkembangbiakan serangga  meningkat,  seperti nyamuk, kecoa dan lalat. Serangga - serangga ini menjadi  hewan pembawa resiko penularan penyakit.
Tiga kelompok rawan yang perlu perhatian saat cuaca ekstrem ini  adalah anak-anak, ibu hamil dan para lansia. Kelompok ini termasuk mempunyai ketahanan fisik yang  kurang stabil.
Sebagaiman kita ketahui dalam proses timbulnya penyakit pada tubuh seseorang  ada tiga hal sebagai faktor pendukung, yakni kondisi tubuh manusia , kuman penyebab dan kondisi lingkungan tempat tinggal manusia.
Kondisi tubuh manusia
Bayi dan anak - anak  sedang dalam masa pertumbuhan dimana kondisi tubuhnya masih rentan terhadap resiko penularan penyakit. Sistem kekebalan tubuh anak-anak belum berkembang sempurna terutama pada bayi. Pada ibu hamil mengalami perubahan hormon didalam tubuhnya, akibat perubahan ini tubuh ibu hamil  rentan mengalami gangguan kesehatan. Para Lansia, kondisi daya tahan tubuh mulai menurun dan kondisi secara fisik yang mulai lemah hal tersebut membuat para lansia mudah terserang kuman penyakit akibat perubahan cuaca, terutama cuaca dingin dan angin.
Kuman, parasit, bakteri dan virus
Penyebab penyakit baik kuman, parasit, bakteri dan virus sebenarnya dapat menginfeksi kapan saja pada tubuh manusia tanpa mengenal musim. Namun pada saat cuaca ekstrem ini, kuman lebih cepat perkembangan dan penularannya karena daya tahan kekebalan tubuh manusia  kurang stabil. Tak terkecuali juga pada penyakit  yang penularannya melalui hewan pengerat seperti tikus, dan serangga lalat, nyamuk dan kecoa. Infeksi jamur pada kulit  dan alergi semakin meningkat pada kondisi tubuh dan lingkungan yang lembab dan kotor.
lingkungan
Lingkungan di sekitar kita sangat berperan dalam menunjang kondisi kesehatan.Upayakan pergantian udara di rumah baik dan tidak lembab, matikan AC sebentar setiap pagi, buka jendela dan pintu setiap agar udara bersih dan cahaya matahari masuk  ke dalam rumah, mencuci karpet yang kotor, periksa bawah karpet dan kursi spons apakah ada jamur dan serangga. Teratur mengepel lantai terutama yang terkena banjir.
Membuang sampah pada tempatnya dan menutup bak sampah agar tidak dihinggapi lalat, menguras bak mandi, kolam ikan, kolam renang secara rutin untuk menghindari jentik nyamuk berkembangbiak, menggunakan kelambu saat tidur pada daerah rawan malaria, cegah tempat berkembang biak nyamuk, membersihkan got atau selokan sekitar rumah. Buang barang bekas yang menumpuk dan tidak berguna.

Untuk menjaga kesehatan tubuh di saat cuaca ekstrem, maka anak- anak, ibu hamil dan lansia hendaknya memperhatikan tips berikut;

TIPS SEHAT  UNTUK ANAK - ANAK

  1. Berikan makanan dan minuman bergisi buatan sendiri terutama yang mengandung vitamin untuk daya tahan tubuh., hindari kebiasaan jajan sembarangan termasuk minum es.
  2. Anak - anak dibiasakan cuci tangan  dan kaki setiap pulang sekolah,  sebelum dan sesudah makan atau sewaktu waktu bila tangan  kotor setelah bermain. Memotong kuku secara rutin.
  3. Hindari berhujan-hujan dan bermain di tempat banjir atau genangan air tempat nyamuk.
  4. Perhatian intensif bagi stamina anak dengan riwayat leukemia  dan  anak dengan riwayat asma agar tetap sehat.
  5. Mandi teratur, ganti pakaian bila basah dan kotor, sebaliknya kenakan pakaian hangat ketika cuaca dingin agar anak tidak mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis.
  6. Perhatikan lokasi anak bermain, lingkungan bersih, tidak ada genangan air, terhindar dari nyamuk, dan hindari tempat yang lembab dan berjamur .
  7. Upayakan setiap bayi mendapat kekebalan alami dari ibu dengan ASI dan imunisasi yang diperlukan.

TIPS   SEHAT UNTUK IBU HAMIL:

  1. Konsumsi makanan bergisi  terutama cukup kalori, protein,vitamin C dari  jus buah-buahan alami dan minum air putih yang cukup.
  2. Lakukan olahraga ringan untuk peningkatan daya tahan tubuh sesuai kondisi kehamilan
  3. Kenakan pakaian yang kering dan bersih, jaga kebersihan tubuh selama hamil dengan mandi teratur.
  4. Hindari resiko tertular batuk pilek.
  5. Istirahat tidur yang cukup.
  6. Hindari berpergian jauh yang melelahkan.
  7. Segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan bila mengalami masalah kesehatan.

TIPS  SEHAT UNTUK LANSIA

  1. Tetap makan dan minum teratur sesuai kebutuhan gisi Lansia.
  2. Bila alergi udara dingin, sebaiknya mengenakan pakaian hangat dan syal saat musim hujan.
  3. Selalu membawa payung atau mantel hujan bila berpergian.
  4. Hindari berpergian jarak jauh sendirian.
  5. Olahraga dan beraktifitas sesuai usia dan kondisi kesehatan untuk menjaga stamina.
  6. Istirahat tidur yang cukup.
Semoga kita semua  tetap sehat dipergantian musim dengan perubahan cuaca yang  ekstrem ini.

Rabu, 23 November 2011

INDONESIA CINTA SEHAT


Cinta sehat, Perilaku pasti bersih dan
sehat.
Cinta sehat, Lingkungan pasti bersih
dan sehat
Cinta sehat, Manfaatkan fasilitas
kesehatan untuk tetap sehat.
Gerakan Indonesia untuk hidup bersih
dan sehat.
Gerakan Indonesia untuk lingkungan
bersih dan sehat.
Gerakan Indonesia untuk pemerataan
pelayanan kesehatan
Gerakan Indonesia untuk mencapai
Indonesia Sehat

Sehat adalah salah satu hak dasar manusia,juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang bersama faktor pendidikan dan ekonomi menjadi ukuran untuk menentukan Indeks (pengembangan) SDM. Oleh karena itu, tepat sekali pernyataan yang mengemukakan bahwa : ”Sehat memang bukan segalanya, tetapi apabila tidak sehat, maka segalanya tidak ada artinya ”. Di pihak lain, sehat juga perlu diupayakan, dan diperjuangkan. Hal ini karena banyak sekali persyaratan yang harus
dipenuhi untuk mencapai keadaan sehat. Sehat, memang banyak ditentukan oleh perilaku manusia itu sendiri. Namun sehat, juga banyak dipengaruhi oleh masalah kemiskinan, kebodohan, pencemaran lingkungan, dan lain-lain bahkan juga keamanan.
Oleh karena itu, sehat, selain merupakan hak, juga merupakan kewajiban, baik sebagai individu,
masyarakat, termasuk swasta/dunia usaha maupun pemerintah.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya masyarakat. Lebih lanjut pada pasal 11 disebutkan bahwa “Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan setinggi-tingginya.

“Sehat
memang bukan
segalanya,
tetapi
apabila tidak
sehat, maka
segalanya tidak
ada artinya”
Betul tidak?

Sekilas HKN Ke - 47
Untuk tahu dan tahu lebih klik www.promosikesehatan.com

Sabtu, 23 Juli 2011

TIPS MENJAGA KESEHATAN PERSIAPAN RAMADHAN


        Tidak terasa sampai sudah kita pada bulan Sya'ban, sebentar lagi menuju bulan Ramadhan. Menuju bulan Ramadhan yang penuh berkah sehingga dilakukan persiapan-persiapan khusus dalam menghadapinya. Kesehatan prima sangat diperlukan sebagai bekal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan persiapan menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan.
TIPS MENJAGA KESEHATAN PERSIAPAN RAMADHAN
  1. Awali hari sebelum beraktivitas dengan bertawakal pada Allah SWT.
Tawakkal berserah diri kepada Allah SWT dimulai dari awal kegiatan. Hal ini diperlukan dengan mengharapkan keridhaan-Nya dalam bentuk usaha maksimal yang berniatkan ibadah kepada allah SWT.
  1. Positive Thinking.
Berfikirlah positif, karena banyak hal akan terselesaikan dengan baik dengan berfikir positif. Berfikir positif akan menambah energy untuk melakukan banyak hal baik.
  1. Positive Action.
Melanjutkan proses berfikir positif dengan aksi-aksi positif. Aksi positif dilakukan dalam rangka merealisasikan niat. Kesempurnaan niat ada pada amalan.
  1. Pola Hidup Sehat (makan, tidur, olah raga)
Makan dengan teratur pada jam yang sudah ditetapkan. Sehari tiga kali harus dilakukan dan dalam porsi yang sesuai juga.
Tidurlah sehari 6 – 8 jam sehari. Dengan tidur yang cukup akan memberikan waktu untuk tubuh melakukan detoksifikasi alami dan melakukan proses degenerasi sel. Orang yang kurang tidur akan cepat tua, tidak maksimal dalam kesehariannya, dan berwajah kusam.
Olah raga seringkali dilupakan oleh banyak orang. Padahal ini adalah penting untuk menjaga kesehatan. Perlu untuk mengusahakan olahraga minimal dua hari dalam seminggu, masing-masing satu jam. Dengan alokasi waktu seperti demikian insya Allah kesehatan menjadi prima.

           Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh selama berpuasa di bulan Ramadhan mungkin sudah banyak dan sering sekali dipublikasikan dimana-mana, mulai dari fungsi detoksifikasi, pencegahan berbagai penyakit, tubuh yang lebih bugar sampai fungsinya dalam anti-penuaan berkaitan dengan detoksifikasi tubuh tadi.

Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh selama berpuasa di bulan Ramadhan mungkin sudah banyak dan sering sekali dipublikasikan dimana-mana, mulai dari fungsi detoksifikasi, pencegahan berbagai penyakit, tubuh yang lebih bugar sampai fungsinya dalam anti-penuaan berkaitan dengan detoksifikasi tubuh tadi.

Namun agaknya yang banyak kita dapatkan malah sebaliknya, dimana ketika berpuasa tubuh terasa lemas, mudah lelah dan beberapa keluhan kesehatan lainnya hingga kinerja sehari-hari pun terasa menurun di bulan Ramadhan ini.


Bila perasaan ini berlangsung di awal-awal masa puasa, itu karena tubuh masih berada dalam proses adaptasi, namun bila berlangsung terus, hal ini terjadi karena kebanyakan orang sama sekali tidak memperhatikan penjagaan kesehatan mereka sendiri atau sering sekali lupa walaupun sudah sering sekali mendapatkan informasinya, tentang menu yang baik, pengaturan makan yang baik, asupan air, waktu makan dan sebagainya.


Sama seperti penjagaan kesehatan pada umumnya, Anda jelas tak bisa bertindak sembarangan lantas mengharapkan kesehatan tetap berada dalam keadaan prima. Karena itu tak juga salah untuk selalu kembali saling mengingatkan di masa-masa ini agar manfaat puasa dapat dirasakan dengan seharusnya, bukan malah sebaliknya.


Berbuka Dengan Makanan Manis
Mengapa makanan manis sangat dianjurkan untuk berbuka, karena selama kita berpuasa ada perubahan reaksi biokimiawi akibat perubahan waktu makan seperti biasanya.


Di saat organ-organ pencernaan beristirahat selama berpuasa, energi yang dibutuhkan akan diambil dari cadangan karbohidrat dan timbunan lemak dimana karbohidrat yang diserap dalam bentuk glukosa dan lemak dalam bentuk asam lemaknya dibawa ke beberapa organ penting seperti hati, otak dan otot untuk membentuk energi.


Kelebihan konsumsi karbohidrat atau glukosa dari makanan-makanan manis tadi selanjutnya akan disimpan dalam bentuk glikogen dan ini termasuk cadangan energi yang akan digunakan selama organ-organ tadi beristirahat.


Saat kita berpuasa, kebutuhan energi akan diambil dari kedua cadangan tersebut, dimana pasokan glikogen tersebut harus mencukupi sementara dari penggunaan cadangan lemak, tubuh akan mendapatkan manfaat yang baik karena timbunan dan lapisan lemak tubuh sedikit banyak akan mengalami perombakan untuk dikeluarkan sebagai energi dari dalam tubuh.


Karena itu asupan makanan untuk sumber energi ini harus sangat mencukupi di saat kita berpuasa, dan atas dasar itu juga ketika berbuka kita dianjurkan memakan penganan yang manis-manis untuk memenuhi kebutuhan tadi.


Namun harus juga diperhatikan, kelebihan mengkonsumsi glukosa juga tidak menjadi anjuran terutama pada waktu sahur karena hal ini bisa mengecoh hormon insulin bekerja ekstra untuk mengatasi lonjakan kadar gula darah tadi, dan ini akan menguras tenaga kita sehingga mudah kecapekan selama berpuasa.


Banyak ahli kesehatan berpendapat proses kerja tubuh dalam menghasilkan dan menyimpan energi ini bila berjalan rutin dan seimbang akan bermanfaat dalam proses peremajaan sel.


Sayuran
Buah-buahan dan sayuran tetap diperlukan dalam kecukupan kebutuhan vitamin dan mineral di saat berpuasa, diantaranya kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan rasa lelah ketika berpuasa. Zat besi ini banyak didapat dari sayuran hijau, tempe, kacang-kacangan dan beberapa jenis daging.


Vitamin C yang banyak didapat dari berbagai jenis buah-buahan sendiri memiliki peranan yang berhubungan terhadap kebutuhan zat besi ini karena bisa memicu efektifitas penyerapannya pada tubuh.


Kebutuhan Protein
Asupan karbohidrat terutama sewaktu sahur memang dianjurkan secukupnya saja, karena karbohidrat akan dirubah di dalam tubuh menjadi gula darah yang bila berlebihan malah bisa memicu kelelahan, sementara kebutuhannya juga penting dalam memasok energi selama seharian berpuasa.


Atas kebutuhan ini, pola yang dianjurkan sewaktu kita makan sahur adalah asupan karbohidrat cukup namun diimbangi dengan protein tinggi, yang bisa didapat dari makanan-makanan lauk seperti daging, ikan, telur, udang, hati, tahu dan tempe serta susu.


Keseimbangan ini dibutuhkan karena pemecahan protein, yang juga berfungsi sebagai sumber energi, berjalan lebih lamban daripada karbohidrat. Dengan mengatur pola cukup karbohidrat dan tinggi protein ini terutama di waktu sahur, tubuh akan bertahan lebih segar selama berpuasa.


Kebutuhan Air
Anjuran minum air putih minimal 8 gelas sehari tetap harus dipenuhi selama berpuasa untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan lebih besar. Hanya pengaturannya saja yang sedikit disesuaikan, dan jangan pula memaksakan minum air pada waktu sahur sampai kekenyangan karena ini bisa mengganggu kebutuhan zat gizi lainnya.


Pasokan air minum ini juga berguna untuk menggantikan energi yang digunakan dalam aktifitas sehari-hari, dan ini konsep yang banyak dipergunakan para ahli dalam penentuan berapa gelas yang dibutuhkan dalam sehari, dimana untuk kegiatan rutin harian, setiap orang rata-rata mengeluarkan 2000-2500 kalori.


Setiap 1 kalori energi memerlukan penggantian dari asupan air sebanyak 1ml, sehingga dalam 1 hari tubuh membutuhkan air sebanyak 8-10 gelas untuk tetap segar. Pada waktu berpuasa, kebutuhan ini bisa dicukupi secara bertahap dari berbuka hingga waktu sahur.


Selain kebutuhan terhadap berbagai macam zat gizi tersebut, pola makan yang ketika berpuasa menjadi berubah juga sangat perlu diperhatikan.


Seperti kata beberapa ahli dimana sahur biasanya diharapkan bisa menyumbang 1/3 kebutuhan energi dalam sehari, dan sisa 2/3 nya dari waktu berbuka dan makan malam, kira-kira seperti itulah kita harus menjaga menu dan asupan zat gizi selama berpuasa agar tubuh tetap berada dalam kondisi sehat dan merasakan manfaatnya. Selamat menunaikan ibadah puasa.