Saat tubuh kekurangan cairan, atau sering disebut dehidrasi, sebenarnya yang terjadi bukan hanya kehilangan cairan tubuh, melainkan juga elektrolit yang terkandung dalam cairan itu. Padahal, elektrolit berperan penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan aktivitas sel.
Air di dalam tubuh kita dua pertiganya berada di dalam sel tubuh (intraseluler). Dalam sel inilah berlangsung fungsi metabolisme tubuh. Sepertiga dari jumlah air di dalam tubuh terdapat di luar sel (ekstraseluler), di antaranya cairan otak, cairan mata, cairan hidung, dan cairan di saluran cerna.
Bila kandungan air dalam masing-masing organ tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya, bila menurun, fungsinya juga akan menurun serta lebih mudah terpapar bakteri dan virus.
Memang tubuh bisa memperoleh cairan dari berbagai makanan atau minuman, tetapi air putih lebih disarankan karena cepat diserap tubuh.
Menurut Prof Dr Hardinsyah, Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, tubuh manusia sebenarnya mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan dikeluarkan. “Rasa haus merupakan mekanisme alami tersebut,” katanya.
Rasa haus merupakan sinyal tubuh sedang mengalami defisit cairan dan tubuh merasakan haus lebih dari yang terasa di lidah. “Lebih baik minum air sebelum merasa haus agar keseimbangan cairan terjaga,” kata Prof Hardinsyah.
Selain rasa haus, tanda-tanda dehidrasi lainnya adalah air seni sedikit dan pekat, jumlah keringat sedikit, mulut kering, tubuh lemas, suhu tubuh meningkat, pusing, denyut nadi cepat, dan rasa lemas.
Selama kita tidur, kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti saat beraktivitas normal sehari-hari. Demikian juga dalam cuaca dingin, tubuh kita memerlukan air dalam jumlah yang sama saat berada pada cuaca panas. Karena itu, cukupilah kebutuhan air minum 2 liter per hari dalam cuaca apa pun.
Puskesmas yang terpercaya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sehingga menjadi Puskesmas Idaman masyarakat
Selasa, 30 November 2010
Menjaga Kesehatan Di Musim Penghujan
Musim yang silih berganti di negara kita, dari musim panas ke musim hujan atau dari musim hujan ke musim panas, seringkali menimbulkan cuaca yang ekstrim. Sekalinya panas, panas banget, pas hujan deras banget. Tentunya tubuh kita akan kaget dengan adanya perubahan tiba-tiba yang ekstrim tersebut. Kalau tidak pandai-pandai menjaga kesehatan tubuh, aktivitaspun bisa terganggu.
Nah, untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap dalam kondisi fit, maka beberapa tips yang dapat diterapkan antara lain:
Nah, untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap dalam kondisi fit, maka beberapa tips yang dapat diterapkan antara lain:
- Cukup istirahat, inilah bagian terpenting dalam menjaga kesehatan tubuh. Jangan terlalu memaksakan diri, terutama dalam cuaca yang ekstrim. Ada baiknya beristirahat dulu sebelum memulai aktivitas baru. Dan selalu usahakan untuk cukup tidur.
- Perbanyak minum air putih, karena tubuh kita mengandung 80% air, maka akan sangat baik tentunya kalau kita banyak meminum air putih, sehingga tidak akan mudah mengalami dehidrasi.
- Makan makanan yang seimbang gizinya, dengan mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, maka kebutuhan gizi dalam tubuh akan terpenuhi dan secara tidak langsung memperkuat sistem kekebalan tubuh kita terhadap penyakit.
- Minum vitamin atau suplemen lainnya, pada saat tubuh sudah drop, menambahkan penguat dari luar merupakan solusi yang baik. Pengkonsumsian vitamin atau suplemen diharapkan mampu memperkuat sistem imun kembali, sehingga akan lebih tahan terhadap penyakit.
- Berdoa, tidak pernah luput tentunya berdoa kepada Rabb agar diberikan kesehatan dan dijauhkan dari sakit. Karena sekuat apapun kita berusaha agar tidak sakit, namun apabila Rabb kita menghendaki kita sakit maka tiada daya bagi manusia. So, don’t forget to pray.
Langganan:
Komentar (Atom)

