Selasa, 30 November 2010

Cairan Tubuh...

Saat tubuh kekurangan cairan, atau sering disebut dehidrasi, sebenarnya yang terjadi bukan hanya kehilangan cairan tubuh, melainkan juga elektrolit yang terkandung dalam cairan itu. Padahal, elektrolit berperan penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan aktivitas sel.
Air di dalam tubuh kita dua pertiganya berada di dalam sel tubuh (intraseluler). Dalam sel inilah berlangsung fungsi metabolisme tubuh. Sepertiga dari jumlah air di dalam tubuh terdapat di luar sel (ekstraseluler), di antaranya cairan otak, cairan mata, cairan hidung, dan cairan di saluran cerna.
Bila kandungan air dalam masing-masing organ tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya, bila menurun, fungsinya juga akan menurun serta lebih mudah terpapar bakteri dan virus.
Memang tubuh bisa memperoleh cairan dari berbagai makanan atau minuman, tetapi air putih lebih disarankan karena cepat diserap tubuh.
Menurut Prof Dr Hardinsyah, Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, tubuh manusia sebenarnya mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan dikeluarkan. “Rasa haus merupakan mekanisme alami tersebut,” katanya.
Rasa haus merupakan sinyal tubuh sedang mengalami defisit cairan dan tubuh merasakan haus lebih dari yang terasa di lidah. “Lebih baik minum air sebelum merasa haus agar keseimbangan cairan terjaga,” kata Prof Hardinsyah.
Selain rasa haus, tanda-tanda dehidrasi lainnya adalah air seni sedikit dan pekat, jumlah keringat sedikit, mulut kering, tubuh lemas, suhu tubuh meningkat, pusing, denyut nadi cepat, dan rasa lemas.
Selama kita tidur, kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti saat beraktivitas normal sehari-hari. Demikian juga dalam cuaca dingin, tubuh kita memerlukan air dalam jumlah yang sama saat berada pada cuaca panas. Karena itu, cukupilah kebutuhan air minum 2 liter per hari dalam cuaca apa pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar